Blue Fire Pointer

Sabtu, 01 Juli 2017

BIMBINGAN KONSELING

BIMBINGAN DAN KONSELING

Bimbingan

Bimbingan adalah Proses pemberian bantuan (process of helping) kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan ( agama dan budaya) sehingga men-capai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara personal maupun sosial)”

Konseling

Konseling merupakan suatu hubungan rofessional antara seorang konselor yang terlatih dengan klien. Hubungan ini biasanya bersifat individual atau seorang-seorang, meskipun kadang-kadang melibatkan lebih dari dua orang dan dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan terhadap ruang lingkup hidupnya, sehingga dapat membuat pilihan yang bermakna bagi dirinya (Jones dalam Insano, 2004). Konseling adalah sebuah jenis hubungan antara seseorang yang bertindak sebagai konselor dan konseli. Terkadang hubungan ini antara seorang konselor dengan seorang konseli (konseling individual) ataupun seorang konselor dengan beberapa orang konseli (konseling kelompok). Seorang konselor harus mempunyai lisensi sebagai konselor. Sistem hubungan keduanya (konselor dan konseli) adalah hubungan formal professional.

Tujuan Bimbingan

 ~Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupan yang akan datang ~Mengembangkan potensi dan kegiatan yang dimiliki dengan maksimal
~Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan
~Mengatasi hambatan dan kesullitan yang dihadapi dalam studi

Tujuan bimbingan dan konseling di sekolah lanjutan tingkat atas untuk : 
1).Mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri yang berkaitan dengan:
    a).Pengetahuan yang dicapai bagi kelanjutan studi,
    b).Ketrampilan yang dicapai bagi jabatan pekerjaan, dan
    c).Sikap yang dimiliki bagi komunikasi dalam hubungan sosial.
2).Mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi ciri-ciri dan tuntutan sekolah kini dan prospek mendatang.
3).Mengatasi kesulitan dalam menguasai pengetahuan tuntutan sekolah.
4)/Mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi ciri-ciri dan tuntutan berbagai jenis karir dan lapangan kerja kini dan prospek mendatang.
5).Mengatasi kesulitan dalam menguasai ketrampilan-ketrampilan tertentu yang dituntut suatu jenis karir dan lapangan kerja.
6).Mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi ciri-ciri dan tuntutan lingkungan sosial (orangtua, calon pasangan hidup, masyarakat sekolah, masyarakat luas) kini dan prospek tertentu.
7).Mengatasi kesulitan dalam menguasai sikap-sikap hormat dan penghargaan yang diharapkan lingukangan sosial tertentu.
8).Mengatasi kesulitan membuat keputusan arah pilihan kelompok mata pelajaran bagi kemungkinan kelanjutan studi, atau kemungkinan kelanjutan studi, atau kemungkinan karir dan jabatan pekerjaan; dan arah pilihan bagi kemungkinan calon pasangan hidup, serta dalam mengadakan penyesuaian dengan orangtua, masyarakat sekolah, dan masyarakat luas.
Read More ->>

Jumat, 30 Juni 2017

PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

A. Pengertian "Anak Luar Biasa"
Anak luar biasa adalah anak yang membutuhkan pendidikan dan pelayanan khusus untuk mengoptimalkan potensi kemampuannya secara utuh akibat adanya perbedaan kondisi dengan tinggi anak lainnya.

Seperti isitilah-istilah terkait anak luar biasa, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) definisi masing-masing istilahnya:
Cacat (kecacatan), yaitu suatu keadaan dimana individu mengalami kekurangmampuan yang dimungkinkan karena adanya gangguan keadaan, seperti kecacatan pada organ tubuh. Contoh pada orang yang cacat, maka dia akan merasakan berkurangnya fungsi kaki untuk melakukan mobilitas.
(Kerusakan), yaitu suatu keadaan atau kondisi di mana individu mengalami kehilangan atau abnormalitas psikologis, fisiologis atau fungsi struktur anatomis secara umum pada tingkat organ tubuh. Contoh seseorang yang mengalami amputasi satu kaki, maka dia mengalami kecacatan kaki.
Handicap (ketidakmampuan), yaitu ketidakberuntungan individu yang dihasilkan dari gangguan atau kecacatan yang terjaga atau tergantung pemenuhan peran yang normal pada individu. Handicaped juga bisa diartikan suatu keadaan di mana individu mengalami ketidakmampuan dalam bersosialisasi dan interaksi dengan lingkungan. Hal ini dimungkinkan karena adanya kelainan dan berkurangnya fungsi organ individu. Contoh orang yang mengalami amputasi kaki sehingga untuk aktivitas mobilitas atau interaksi dengan lingkungannya dia membutuhkan kursi roda.


B. Diagnosis atau Pelabelan Keluarbiasaan
Perlu memperhatikan sikap profesional dari orang yang melakukan identifikasi, ada kriteria yang jelas, dan tidak hanya fokus pada klarifikasi juga pada masalah dan tepat.

Adapun sisi positif dan sisi negatif dalam melakukan pelabelan keluarbiasaan pada anak, yaitu:
Dampak positif: mau anaf, sangat kutan dan penerimaan yang tepat dari lingkungan
Dampak negatif: tidak bisa




C. Hal Penting bagi Anak Luar Biasa
Prinsip normalisasi atau LRE (Least Restrictive Environment) yang harganya tidak terjangkau.
ALB yang diupayakan terus menerus berada dalam situasi kehidupan sehari-hari.
Siswa tuna netra adalah bahan bacaan dalam bentuk huruf Braille.
Siswa gangguan pendengaran membutuhkan alat bantu dengar
Siswa yang mengalami gangguan emosional atau usah perlu kelas yang lebih kecil dan terstruktur.

D. PENDIDIKAN LUAR BIASA DI INDONESIA
Sudah diatur dalam UU RI No. 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab VI Pasar 32 (1)


E. Tujuan Pendidikan Luar Biasa di Indonesia
Mengembangkan kehidupan anak dan sebagai pribadi
Mengembangkan kehidupan anak didik dan siswa sebagai anggota masyarakat

F. Jenis-jenis Sekolah Luar Biasa
Sekolah Luar Biasa A: untuk Tuna Netra
Syarat: keterangan dari dokter mata, umur antara 3-7 tahun, dan tidak lebih dari 14 tahun
Sekolah Luar Biasa B: untuk Tuna Rungu
Syarat: keterangan dari dokter THT, umurku 5-11 tahun
Sekolah Luar Biasa C: untuk Tuna Grahita, IQ 50-75
                                  CL: untuk Tuna Grahita, IQ 25-50
Syarat: keterangan IQ dari psikolog, keterangan dari sekolah terakhir dan umur
Sekolah Luar Biasa D: untuk Tuna Aksara
Sekolah Luar Biasa E: untuk Tuna Laras
Syarat: untuk menghindari gangguan diri atau pernah melakukan kejahatan, umur antara 6-18 tahun
Sekolah Luar Biasa G: untuk Tuna Ganda

G. Penyelenggaraan Pendidikan Khusus
Program Pendidikan Individual (LEP)
Least Restrictive Environment (LRE)
Belajar dan Kolaborasi antar Profesional
Read More ->>

MANAJEMEN KELAS (MENGELOLA KELAS)

Mengelola Kelas

     Jika membahas tentang belajar, maka pembahasan itu tidak akan jauh dari pada Sekolah dan Kelas. baik itu Universitas atau jenis tempat belajar mengajar manapun, semua akan kembali pada keberadaan kelas yang menjadi wadah utama dalam proses belajar mengajar. Maka di Psikologi Pendidikan, Pengelolaan Kelas menjadi salah satu subjek yang paling di perhatikan. Mengingat keadaan kelas dan peran kelas tak kalah penting dari aspek lainnya dalam PENDIDIKAN.
Manajemen kelas yang efektif akan memaksimalkan dan kesempatan pembelajaran murid ke arah yang lebih baik. selama berabad abad, perkembangan pemikiran tentang pengelolaan kelas telah bergerak ke arah yang lebih baik. dimana pandangan lama menekankan pada penciptaan dan pengaplikasian aturan untuk mengontrol tindak tanduk murid. Pandangan yang baru memfokuskan pada kebutuhan murid untuk mengembangkan hubungan dan kesempatan untuk menata diri.

Kelas Padat, Kompleks, dan Berpotensi Kacau


Kelas adalah multidimensional, bahwasanya kelas adalah setting untuk banyak aktivitas.  Aktivitas terjadi secara simultan, yang artinya banyak aktivitas kelas terjadi secara simultan. Hal hal terjadi secara cepat,  mengingat kompleksnya kelas, dapat terjadi berbagai macam hal dalam waktu singkat begitu juga dengan kejadian yang sering kali tidak bisa di prediksi dan hanya ada sedikit privasi di dalam kelas. sehingga, banyak kelas yang memiliki sejarahnya tersendiri dalam artian memiliki kenangan tentang apa yang pernah terjadi di dalam kelas tersebut.
Berikut adalah beberapa hal yang penting dalam sebuah kelas.

 Memulai dengan Benar                                                                                                           yang di maksudkan disini adalah pengelolaan hari hari pertama dan  minggu minggu awal masa sekolah secara cermat dan hati hati.
 Penekanan pada Instruksi dan Suasana Kelas yang Positif                                                              Cara mengembangkan dan      memelihara lingkungan kelas yang positid adalah apa yang akan  mendukung proses  pembelajaran.
  Mendesain Lingkungan Fisik Kelas                                                                             Lingkungan fisik kelas tak boleh di abaikan, terdapat prinsip prinsip kelas yang harus di tekankan.

·         Kurangi kepadatan di tempat lalu lalang
·         Pastikan guru maupun murid dapat salig melihat dengan mudah
·         Materi pengajaran dan perlengkapan murid harus mudah di akses
·         Pastikan murid dapat dengan mudah melihat presentasi kelas

             4.   Gaya penataan Kelas
             Dalam memperhatikan lingkungan fisik kelas, penataan kelas seperti tata kursi dan meja di                   kelas juga harus di perhatikan
             5.   Membuat, mengajarkan dan mempertahankan aturan dan prosedur
            Agar dapat berjalan dengan lancar, Kelas perlu aturan dan prosedur yang jelas. Dan semua                   bagian kelas harus menjalankan aturan tersebut sesuai dengan perannya masing masing tanpa             terkecuali.
             6.       Mengajak murid untuk bekerja sama
             Menjalin hubungan positif, membagi tanggung jawab bersama dan memberi hadiah serta                    hukuman pada perilaku yang tepat agar murid ataupun anggota kelas dapat mengikuti kelas                  dengan baik tanpa harus selalu di penuhi dengan larangan dan ketegangan serta hukuman.
            7.       Menjadi Komunikator ; Bagi para pemimpin kelas khususnya guru dan para pembina di
                   harapkan memiliki kemampuan kemampuan keterampilan komunikasi yang baik dalam     
                   mengelola dan memecahkan konflik secara konstruktif.         
            8.       Menghadapi Perilaku bermasalah
             Sekalipun memang tak bisa di pungkiri perilaku bermasalah akan tetap muncul sekalipun                    semua sudah di persiapkan dengan matang, kita semua harus tetap menghadapi masalah                      tersebut denga efekti dan tepat waktu.
            9.       Menghadapi Agresi
            Kekerasan yang selama ini menjadi perhatian keras. Baik antara sesama murid atau murid dan             guru. seperti masalah, kekerasan juga dapat muncul kapan saja dan tetap harus di hadapi.                     Tentu tidak dengan kekerasan juga, melainkan dengan solusi dan jalan keluar yang tenang dan              pemecahan konflik yang tidak merugikan siapapun.

                Semua poin adalah yang terpenting dalam pengelolaan kelas. dimana semuanya akan kembali pada seluruh anggota kelas baik pengarah atau pemimpin sampai anggota kelas yang di sini dimaksudkan kepada murid. Kebijaksaan dan hubungan positif dari seluruh anggota kelas menjadi peran utama dalam menjaga kelas tetap dalam keadaan yang di inginkan. Mengambil pelajaran dari pengalaman sebelum sebelumnya tentang bagaimana kacaunya sebuah kelas akan memberikan gambaran baru dalam menciptakan kelas yang lebih baik.
x
Read More ->>

Minggu, 09 April 2017

TUGAS OBSERVASI : Psikologi Pendidikan

OBSERVASI PSIKOLOGI PENDIDIKAN
TOPIK : Pendidikan Anak Usia Prasekolah
JUDUL : Pendidikan Prasekolah di Perguruan Islam Nurul ‘Azizi
KELOMPOK 1 :
1.Karyani Marlis Halawa (161301004)
2.Sofyan Sahuri Harahap (161301013)
3.Nabilah Alwani (161301023)
4.Anjelica (161301034)
5.Daniella  Precylia (161301050)
6.Naufal Ilham Hrp (161301069)
7Novita Sari Marbun (161301070)


BAB I : PERENCANAAN
1.1. Pendahuluan
Tujuan utama pendidikan prasekolah adalah membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar. Berkaitan dengan hal tersebut, ada beberapa fungsi pendidikan pra sekolah, yang mana salah satu diantaranya adalah untuk menyiapkan anak didik memasuki pendidikan dasar. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa selain bertujuan dan berfungsi untuk menstimulasi tumbuh kembang anak, pendidikan pra-sekolah sesungguhnya juga berperan penting untuk mengembangkan kesiapan anak didik dalam memasuki pendidikan sekolah dasar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengikuti pendidikan pra-sekolah memperlihatkan prestasi belajar yang lebih baik di sekolah dasar dibandingkan dengan murid-murid yang tidak mengikuti pendidikan pra-sekolah. Sehingga hal tersebut membuat para orang tuatua berlomba-lomba memasukkan anak-anaknya ke pendidikan prasekolah.
1.2. Landasan Teori
Maria Montessori mengemukakan pendapatnya bahwa:
a. Menghargai anak, artinya proses pengembangan yang dilaukan pada anak usia dini harus memperhatikan keunikan yang dimiliki setiap anak.
b. Absorbent mind (pemikiran yang cepat menyerap) artinya setiap informasi yang diterima anak melalui indranya akan mudah terserap, sehingga pendidik harus lebih cermat dalam berperilaku didepan anak.
c. Sensitive periods (masa kepekaan) yakni keterampilan anak akan berkembang optimal pada masa tertentu dan hanya akan terjadi sekali serta tak dapat diulang.

Menurut para ahli, anak usia ini merupakan anak diusia “golden age”, dimana masa ini tidak dapat diulang kembali. Masa ini dimulai dari usia 0-6 tahun. Adapun diantara masa ini terdapat masa “Anak Prasekolah”  yakni anak berumur 3-6 tahun (Biechler dan Snowman, 1993). Menurut Snowman, ciri anak prasekolah meliputi :


1. Ciri Fisik
Anak masa prasekolah cenderung akan aktif dalam setiap kegiatannya karena dalam benaknya tujuan utama bermain bersama teman sebayanya. Namun ada juga yang aktif dengan kegiatannya sendiri. Anak laki-laki lebih mampu melakukan kegiatan motorik kasar yakni melibatkan otot-otot tubuh yang besar seperti melompat, menendang, dan lainnya. Sedangkan anak perempuan akan lebih lihai dalam melakukan kegiatan motorik halus yakni bagian tubuh tertentu bergerak terbatas dan menghasilkan respon yang tepat. Koordinasi neuromusculer yang terlibat dalam keterampilan gerak halus biasanya berhubungan dengan koordinasi mata dan tangan. Contohnya mewarnai, menulis, menggambar, dan sebagainya. Perkembangan motorik akan terus berkembang sejalan dengan bertambahnya usia anak.
2. Ciri Kognitif
Anak masa prasekolah sangat senang membangun komunikasi dengan teman sebaya dan orang lain. Anak juga belajar mengasah kemampuannya yang ia lihat dari perilaku temannya.
3. Ciri Sosial
Anak usia dini akan senang berinteraksi dan berteman dengan banyak orang. Ia akan lebih cepat untuk menyesuaikan diri dengan orang disekitarnya. Meskipun tak jarang terjadinya pertengkaran dan perselisihan yang terjadi dengan temannya, namun hal itu hanya sementara dan akan kembali seperti semula.
4. Ciri Emosional
Anak cenderung mengekspresikan dirinya tanpa batas dan bebas selayaknya anak usia dini yang masih sangat polos dengan segala keluguan yang dimilikinya akan berperilaku dengan jujur

1.2.1 Pendidikan Prasekolah

Menurut UU RI No. 2 tahun 1989 mengenai Sistem Pendidikan Nasional Pasal 12 ayat 2 mengatakan bahwa pendidikan prasekolah adalah masa pendidikan yang terselenggara untuk mengembangkan pribadi, pengetahuan, dan keterampilan yang melandasi pendidikan dasar serta mengembangkan diri secara utuh sesuai asas pendidikan sedini mungkin dan seumur hidup. Dalam pendidikan prasekolah, anak akan identik dengan bermain. Bermain sendiri terbagi atas 3 yaitu :
a. Bermain bebas, yaitu anak dalam kegiatan bermainnya diberi kebebasan melakukan berbagai permainan dengan caranya sendiri
b. Bermain dengan bimbingan, yaitu kegiatan bermain anak dipilihkan oleh pendidiknya dengan tolok ukur dari pendidik itu sendiri
c. Bermain dengan pengarahan, yaitu kegiatan bermain anak telah disusun oleh pendidik dan anak wajib mengikuti arahan dari pendidik untuk menyelesaikan suatu tugas
1.3. Alat/Bahan
· Kamera
· Pulpen
· Buku

1.4. Analisis Data  

Data diperoleh melalui kegiatan observasi langsung di lembaga pendidikan prasekolah yang telah ditentukan. Data yang telah diperoleh akan diolah sesuai dengan teori pendidikan anak prasekolah.

1.5. Sampel Penelitian dan Tempat Pengambilan Data

Sampel : Siswa dan guru kelas TK-A Kelas Cempaka di Perguruan Islam Nurul ‘Azizi.
Tempat :  Jalan Suka Elok No. 10, Suka Maju, Medan Johor, Kota Medan.

BAB 2 : PELAKSANAAN
2.1 SISTEMATIS PELAKSANAAN PENELITIAN
06 Maret 2017:  Diskusi Pemilihan Topik
06 Maret 2017:  Diskusi Pemilihan Judul dan Teori
24 Maret 2017:  Observasi
26 Maret 2017:  Pengolahan Data
03 April 2017:  Diskusi Kelompok
09 April 2017:  Posting Blog
BAB 3 :  LAPORAN DAN EVALUASI DATA
3.1 LAPORAN
3.1.1 Jadwal Kegiatan (Jum’at, 24 Maret 2017)
· 08:00-08:45  : Berbaris, Bernyanyi bersama, Berinfaq, Senam pagi bersama dan Event Bussines  Day
· 09:00-09:45  :  Masuk kelas pertama diselingi dengan perkenalan dan Membuat kolase
· 09:45-10:05  :  Istirahat, Berdo’a bersama sebelum makan, cuci tangan dan makan bersama
· 10:05-10:10 :  Meletakkan tempat bekal kedalam tas dan Berdo’a bersama setelah makan
3.1.2 Sistematika Observasi
1. Kelompok observasi di di Sekolah Tk Nurul Azizi pukul 07:45
2. Pada pukul 08:00, anak anak murid berbaris, kemudian mereka bernyanyi dan kemudian mereka memberikan sedikit uang saku mereka untuk berinfaq.


3. Pukul 08:30, anak anak murid melakukan senam, dan senam itu merupakan variasi baru dari salah satu ustadzah dan dibimbing oleh 15 ustadzah lainnya hingga selesai. Setelah itu, pada pukul 08:45, diadakannya sebuah event yaitu bussines day, yaitu mengajarkan anak anak murid untuk jual beli. Pada saat itu kelas A yang berjualan dan kelas B yang menjadi pembeli, dan makanan tersebut untuk sarapan mereka.
         






KELAS CEMPAKA
Kami mendapat tugas untuk mengobervasi Kelas Cempaka. Kelas itu terdiri dari 16 murid dan terdapat 2 anak murid yang tidak hadir, satu diantaranya sakit dan satunya lagi sedang ada kegiatan khataman qur’an.

1. Pukul 09:00, anak anak murid masuk ke kelasnya masing masing. Setelah sampai dikelasnya masing masing, para usradzah mempersilahkan anak anak murid untuk makan makanan yang telah dibeli pada bussines day tadi.

2. Pada pukul 09.15 anak murid untuk Kelas Cempaka akan belajar tentang membuat majalah atau membuat kolase,. Kemudian ustadzah Nurul, ustadzah Devi dan ustadzah Rita mengajak kepada semua anak  murid untuk menawarkan makanannya kepada kami. Kemudian kami dipersilahkan oleh ustadzah untuk memperkenalkan diri dan semua murid di instruksikan untuk mendengar dan memperhatikan. Setelah itu, semua murid juga dipersilahkan untuk memperkenalkan diri mereka masing-masing satu per satu.
   


3. Pada pukul 09:20,  para ustadzah memberikan instruksi kepada murid untuk duduk yang rapi. Setelah duduk dengan rapi, Ustadzah Nurul membagikan satu per satu kepada murid sebuah kertas origami, kertas putih, pensil, penghapus dan lem. Tetapi sebelumnya Ustadzah Nurul memberikan intruksi cara pengerjaan untuk membuat kolase yaitu ada sebuah kertas kecil berbentuk apel, dan akan mewarnai apel itu dengan mengunakan kertas origami berwarna hijau yang telah dirobek robek.
    

4. Setelah diberikan perangkat kerjanya masing-masing, mereka semua di suruh atau di instruksikan untuk membuat tanggal dan nama. Kemudian ada salah satu murid  yang menanggapi yaitu Zizo, “kenapa harus buat nama dan tanggal?” dan ustadzahnya pun menjawab “supaya tidak tertukar”.

Adapun anak murid yang kami amati,
 Zizo. Menurut kami dia memiliki penalaran yang kuat, mampu mengingat dengan cepat dan mampu menjawab pertanyaan ustadzah dengan benar. Namun dalam proses pengerjaan kreativitas dia terkesan lambat dan berhati-hati.

Zeya. Menurut kami dia merupakan tipe anak yang pemalu dan kurang aktif. Namun, dalam pengerjaan kreativitas dia dapat menyelesaikan dengan baik dan rapi dan dia adalah satu satunya anak murid yang selesai dalam tugas tersebut.

Haura. Menurut kami dia merupakan tipe anak yang saat mengerjakan sesuatu terkesan cepat, namun kurang rapi dan bila dia menemukan masalah seperti susah membuka tutup lem maka dia akan membantingnya.

5. Pada pukul 09:25, Ustadzah Nurul memberikan instruksi lagi bagaimana cara membuat lipatan yang nantinya akan di robek. Tapi ada satu murid yaitu haura, dia merasa tidak bisa melakukan lipatan garis , yang sudah diinstruksi ustadzah sebelumnya dan dia juga mengeluh karena tidak bisa. Setelah mereka semua membuat lipatan kertas dan merobeknya lagi dengan bentuk yang kecil. Lalu mereka diajarkan lagi cara untuk merobek dan menempelnya di kertas yang sudah ada bentuk apel tersebut. Ustadzah pun juga memberi instruksi supaya mereka memakai lemnya tidak banyak.
  


6. Ada salah satu murid dikelas cempaka diberi pujian dari Ustadzah Nurul yaitu Nadia anak yang pemalu juga pendiam, ustadzah memuji karena hasil pengerjaan Nadia sangatlah rapi dan ustadzah menunjukkannya kepada semua anak murid sebagai contoh.

7. Pada pukul 09:45, waktu pengerjaan kolase sudah selesai, tetapi semua kolase yang belum siap akan tetap dikumpul juga di meja ustadzah. Ustadzah Rita juga memberi instruksi kepada anak murid, yaitu jika ada origami yang tersisa harap dikumpulkan kembali kepada ustadzah beserta lem, pensil dan penghapus. Kemudian lembar kertas kerja juga dikumpulkan di dalam loker.






8. Pada pukul 09:45, anak anak murid semua berdo’a sebelum makan. Setelah berdo’a, mereka mencuci tangan dengan cara membuat barisan panjang terlebih dahulu. Lalu mereka mengambil bekal mereka masing masing. Pada sela sela makanan, para ustadzah juga mengajarkan bagaimana cara berbagi sesama teman.
            

  

9. Pukul 10:05, anak anak murid selesai makan, dan Ustadzah Rita menginstruksikan untuk meletakkan kembali tempat bekal mereka kedalam tas. Setelah itu mereka berdo’a setelah makan dan merapikan kursi dan meja. Kemudian mereka semua bergegas untuk keluar kelas untuk melakukan khatam qur’an.
     


EVALUASI

Kegiatan prasekolah menurut dasar kurikulum Froebel :

Gift : objek yang dapat digunakan anak sesuai instruksi guru, sehingga anak dapat belajar tentang bentuk, ukuran, warna dan menghitung. Anak-anak di TK Azizi tidak menggunakan objek langsung, mereka menggunakan objek dari kertas, seperti guru memberikan mereka gambar api unggun untuk memperkenalkan api unggun.
Occupation : materi untuk mengembangkan berbagai keterampilan, seperti menjahit sesuai pola, membuat bentuk mengitu pola, menggunting, menggambar, menempel dan melipat kertas, dll. Anak-anak TK Azizi sudah menerpakan konsep ini, seperti memotong kertas origami.
Nyanyian : Anak-anak TK Azizi melakukan kegiatan bernyanyi sebelum masuk ke dalam kelas.

Kegiatan prasekolah dilihat dari pemenuhan perkembangan fisik, kognitif, dan sosioemosional.
Fisik : Anak-anak di TK Azizi senam, menyanyi, berenang terlebih dahulu sebelum masuk ke kelas.
Kognitif : Anak-anak di TK Azizi juga melakukan business day pada saat kunjungan kelompok kami, yaitu kegiatan berjualan yang membutuhkan kognitif, di kelas anak-anak juga mewarnai dan menempel origami ke falam bentuk gambar yang disediakan.
Sosioemosional : Anak-anak di TK Azizi melakukan kegiatan bermain dengan teman-temannya untuk melatih perkembangan sosioemosionalnya.

TESTIMONI :
Nabilah Alwani : Menurut saya, pada pengalaman saya mengobservasi anak pra sekolah atau TK tidak begitu sulit. Karena menurut saya bahwa anak anak prasekolah dapat membuat saya lebih semangat lagi dalam observasi ini. Mereka sangat begitu antusias dalam menyambut kami baik itu dari pihak sekolah, para ustadzah dan anak anak muridnya. Dalam pengerjaan observasi ini, sangatlah berjalan dengan baik dari awal observasi hingga akhir observasi.
Daniella Precylia : Menurut saya, kegiatan observasi ini sangat menyenangkan. Dimana kita bisa mengamati kegiatan anak usia dini, mulai dari belajar, keterampilan, bermain dan berinteraksi dengan teman sebayanya. Ada juga kegiatan jual-beli yang dilakukan saat kami datang berkunjung ke sekolah ini. Hal itu sungguh melatih anak agar mampu terjun dalam masyarakat dan itu merupakan cara awal agar tidak terjadi kesulitandalam bersosialisasi. Anak-anak di sekolah ini pun sangat antusias dengan kedatangan kami. Bahkan ada yang malah asyik melihat kami mengamati mereka hingga tidak konsen melihat gurunya mengajar. Pihak sekolah pun menyambut kami dengan baik dan sangat membantu berjalannya kegiatan observasi ini, sehingga kegiatan observasi ini dapat berjalan dengan baik dan selesai tepat pada waktunya.
Novita Sari Marbun : Kegiatan observasi di TK Nurul Azizi merupakan saah satu kegiatan yang cukup menarik buat saya. Melalui observasi yang kami lakukan, saya bisa lebih mengenal bagaimana karakter murid-murid di sekolah TK. Saya juga bisa mengetahui bahwa anak-anak TK itu unik dan menyenangkan.
Anjelica : Observasi ini sangat menarik dan menambah pengalaman sehingga dapat melihat perkembangan fisik, kognitif dan sosioemosional dari anak-anak secara langsung.
Naufal Ilham Hrp : Menurut saya, observasi ini adalah hal yang baru bagi saya. Dengan adanya observasi ini, semakin memacu diri saya dalam memahami tingkah laku anak-anak. Berkaitan dengan topic yang diterima oleh kelompok, saya merasa sangat bahagia karena mengobservasi anak-anak TK, karena bagi saya banyak sekali tingkah laku anak-anak yang dapat diamati dan ini merupakan hal yang menambah ilmu pengetahuan saya.
Karyani Marlis : Menurut saya,Ini adalah pertama kalinya saja terjun langsung ke sekola mengobservasi anak- anak TK dan cukup menyenangkan anak-anak untuk diajak berinteraksi.Dan ustadxah beserta anak didik menyambuk kami dengan baik.Maka,dengan adanya tugas proyek mini ini saya menjadi lebih mengerti mengenai teori yang telah dipelajari dan yang berhubungan langsung dengan tugas observasi ini.
Sofyan Sahuri : Menurut saya, observasi ini sangat menarik dan menambah pengetahuan saya mengenai anak-anak pada usia prasekolah.

Poster Observasi

DAFTAR PUSTAKA

Read More ->>

Jumat, 07 April 2017

Teknologi Dan Pendidikan [ Resume 3 Psikologi Pendidikan

Teknologi Dan Pendidikan
  Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi dalam pendidikan sangat sering dibahas karena pendidikan sangat erat kaitannya dengan teknologi, begitu juga sebaliknya.
  1. Revolusi Tekonologi
Murid-murid zaman sekarang sangat berbeda dengan murid pada zaman ketika orang tua atau nenek kita bersekolah dan menjadi murid. Sekarang apabila anak ingin siap kerja, maka sebaiknya sekolah memusatkan teknologi sebagai pelajaran utama di kelas (Earle, 2002; Geisert & Futtrel, 2000; Sharp, 2002).Teknologi telah menjadi bagian dari sekolah selama bebrapa dekade,tetapi teknologi masih dipakai secara sederhana dan berubah dengan lamban.
Revolusi teknologi adalah bagian dari masyarakt informasi di mana kita kini hidup. Orang menggunakan komputer, bollpoin, surat, dan telepon untuk berkomunikasi. Untuk sekolah yang tidak berlokasi di kawasan gurun, pendekatan tradisionalnya adalah menyuruh murid membacca topik dalam buku ajar, atau mungkin dengan mengamati beberapa reptil gurun di terarium, mendengar pemaparan tentang topik, dan mungkin kemudian menjawab pertanyaan yang memicu diskusi lebih lanjut.
  2. Internet
Internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer. Sistem internet berisi ribuan jaringan komputer yang terhubung di seluruh dunia, menyediakan informasi yang tak terhingga yang dapat diakses murid. World Wide Web adalah sistem pengambilan informasi hypermedia yang menghubungkan berbagai materi internet; materi ini mencakup teks dan grafis. Website adalah lokasi individu atau organisasi di internet. Email adalah singkatan dari electronic mail yang merupakan bagian penting lain dari internet.
  3. Teknologi dan Diversitas Sosiokultural
Teknologi membawa beberapa isu sosial. Problem akses computer dan pemanfaatannya juga diperparah karena makin banyaknya computer di rumah keluarga kelas menengah atas. Teknologi membawa beberapa isu sosial maka dari itu berikut beberapa rekomendasi untuk mencegah atau mengurangi kesenjangan dalam askes dan penggunaan computer ( Gipson, 1997; sheffeld, 1997) ;
    i.  Saring materi untuk menghilangkan bias gender, kultural, dan etnis.
  ii. Gunakan teknologi sebagai alat untuk menyediakan kesempatan pembelajaran yang aktif dan konstruktif untuk semua murid dari semua latar belakang gender,etnis dan kultural.
  iii. Beri murid informasi tetang pakar dari latar belakang gender dan etnis yang berbeda menggunakan teknologi secara efektif di dalam kehidupan dan karier mereka. Seperti mengundang analisis komputer untuk memberikan beberapa motivasi serta “tips and trick” agar mereka semangat.
  iv. Bicaralah dengan orang tua tentang pemberian aktifitas belajar berbasis komputer dirumah. Ajak orang tua untuk memberikan feedback yang positif kepada anak mereka agar menggunakan komputer.
  4. Standar untuk murid yang “ melek teknologi “
     i. Pra-taman Kanak-kanak Sampai Grade Dua
     ü Gunakan alat input (seperti mouse, keyboard, atau remote control) dan alat ouput (seperti monitor dan printer) untuk mengoperasikan komputer.
        ü Gunakan variasi media dan teknologi.
        ü Gunakan sumber daya multimedia yang pas seperti software pendidikan.
        ü Kerja sama dengan teman, anggota keluarga, dan orang lain.
        ü Gunakan sumber daya teknologi.
        ü Tunjukkan perilaki etis dan sosial yang positif.
   ii. Grade 3 sampai 5
        ü Gunakan keyboard dan alat input dan ouput secara efektif.
        ü Diskusikan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
        ü Gunakan alat teknologi untuk kegiatan menulis, berkomunikasi, dll.
        ü Gunakan telekomunikasi secara efektif.
     ü Gunakan telekomunikasi dan sumber daya online untuk ikut dalam proyek pembelajaran bersama.
        ü Gunakan sumber daya teknologi untuk aktivitas pemecahan masalah.
   iii. Grade 6 sampai 8
        ü Tunjukkan pengetahuan tentang perubahan dalam teknologi informasi.
        ü Gunakan alat yang spesifik, seperti software dan simulasi.
       ü Teliti dan evaluasi akurasi, relevansi dan bias dari sumber informasi elektronik.
   iv. Grade 9 sampai 12
        ü Identifikasi kapabilitas dan keterbatasan dari teknologi kontemporer.
        ü Gunakan informasi online secara rutin
    ü Pilih dan aplikasikan alat teknologi untuk riset, analisis informasi, dan pemecahan problem dalam pembelajaran materi.
Read More ->>

Psikologi dan Tahap Perkembangan Pendidikan {Resume 2}

Psikologi dan Tahap Perkembangan Pendidikan
Perkembangan dalam pendidikan dapat diartikan yakni pengajaran itu untuk anak-anak yang harus dilakukan dengan tingkat yang tidak terlalu sulit dan terlalu menegangkan atau sangat terlihat mudah dan menjemukan. Pendidikan di dalam perkembangan kognitif dan bahasa dipelajari dan di ajarkan kepada siswa agar mengetahui dan memahami level atau kemampuan optimal mereka dalam praktik belajar dan mengajar agar sesuai dengan diri mereka hingga mereka merasa siap dan sesuai dengan tahapannya.
Tahap perkembangan pendidikan dalam perkembangan dikaji dalam tiga konteks yang dimana anak menghabiskan sebagian besar waktunya pada ketignya , yaiutu :
1. Keluarga
Anak-anak lahir didalam sebuah keluarga yang berbeda-beda satu sama lain. Beberapa orang tua mendukung anaknya, dan orang tua lainnya bersikap kasar atau mengabaikan orang tuanya. Beberapa keluarga anak ada yang hidup dalam kemiskinan, dan ada juga yang lainnya berkehidupan cukup. Jadi intinya semua anak pengasuhan dan keadaannya masing-masing berbeda satu sama lain.
a. Gaya Parenting
Orang tua tidak boleh menghukum ( puntivie ) atau terlalu tak peduli ( aloof ). sebaliknya, orang tua harus menyusun aturan bagi anak dan pada saat yang sama bersifat suportif atau mendukung dan membimbing serta mengasuh ( nurturant ). ada 4 bentuk gaya parenting, yaitu =
a) Authorian parenting yaitu gaya asuh yang bersifat membatasi dan menghukum.
b) Authoritative parenting yaitu gaya asuh positive yang mendorong anak agar menjadi mandiri tapi masih membatasi dan mengontrol tindakan mereka.
c) Neglectful parenting yaitu gaya asuh diman orang tua tidak peduli dan hanya meluangkan sedikit waktunya dengan anaknya
d) Indulgent parenting yaitu gaya asuh dimana orang tua terlibat aktif tetapi hanya memberikan sedikit batasan atau kekangan pada perilaku anak.
b. Hubungan Sekolah dan keluarga
Hubungan keluarga dan sekolah adalah mesosistem yang dangat penting, karena hubungan ini sangat menguntungkan anak-anak dari beragam lingkungan dan anak-anak dari keluarga yang berbeda-beda.
2. Teman Sebaya
Teman sebaya (peer) juga sangat memainkan peran dalam perkembangan anak dalam pendidikan. Dalam sebuah studi terhadap 3000 anak di SMA, tekanan dari teman - teman sebaya (peers Pressure) sangat erat kaitannya dengan penggunaan alkohol. Jadi intinya teman sebaya dapat memberikan perkembangan dan peningkatan yang negative dan positif, makanya orang tua juga harus ikut andil dalam perhatiannya kepada teman anaknya.
a. Status Teman Sebaya.
Status teman sebaya dibagi atas 4 tipe, yaitu anak populer,anak diabaikan, anak ditolak, dan anak kontroversial (Rubin, Bukowski & Parker, 1988; Wentzel & Asher, 1995; Wentzel & Battle, 2001).
i. Anak populer biasanya berperilaku baik dan tidak dibenci teman-temannya, juga menjaga alur komunikasi dengan kawannya agar sealu terbuka.
ii. Anak diabaikan biasanya jarang dianggap sebagai teman terbaik, tetapi belum tentu ia tidak disukai teman-temannya.
iii. Anak ditolak biasanya jarang dianggap sebagai teman terbaik, dan sering dibenci oleh temannya.
iv. Anak kontroversial biasanya dianggap sebagai teman baik dan juga kerap tidak disukai.
b. Persahabatan
Persahabatan memberikan kontribusi pada status teman sebaya dan memberikan keuntungan, yaitu :
i. Kebersamaan (Companionship)
ii. Dukungan Fisik
iii. Dukungan Ego
iv. Intimasi atau Kasih Sayang
3. Sekolah
Konteks perkembangan sosial yang terus berubah disekolah sangat bervariasi sejak masa kanak-kanak awal, sekolah dasar, dan sekolah masa remaja (Minuchin & Shapario, 1983). Dalam sistem perkembangan anak di sekolah ini, satu-satunya interkasi yang biasanya terjadi dikelas adalah dengan satu atau dua guru perempuan, yang menjadi figur utama dalam kehidupan mereka dalam bersekolah.

Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.